Hubungan
individu lain di tempat kerja merupakan interaksinya dalam ruang lingkup
pekerjaan. Hubungan kerja merupakan interaksi antar individu yang memiliki
peran dan tugas berbeda satu dengan yang lain. Hubungan yang terjalin merupakan
hubungan atasan dan bawahan dan sesama rekan kerja. Namun seluruh individu yang
tergabung dalam satu situasi kerja memiliki tujuan yang sama sesuai dengan
tujuan manajemen institusi. Kunci keselarasan interaksi di tempat kerja adalah
pemahaman-pemahaman penyesuaian diri setiap individu dengan situasi kondisi
jenis pekerjaan.
Pekerjaan
melayani membutuhkan bentuk hubungan yang kohesif karena pada prinsipnya
pekerjaan pelayanan menuntut hasil yang senantiasa sama walaupun ditangani oleh
orang yang berbeda. Untuk membentuk kelompok yang kohesif, maka hendaknya
individu mengenal satu dengan lainnya. Saling mengenal meliputi kondisi fisik,
kateristik, potensi-potensi sosial ekonomi dan masing masing individu. Proses
saling mengenal dapat di ilustrasikan melalui jendela Jauhari yang
mengilustrasikan terdapat 4 area dalam diri setiap individu yang masing-masing
memiiliki wilayah jangkauan pengetahuan akan diri individu yang berbeda-beda.
Terdapat empat kondisi yang terjadi dalam
berinteraksi. Kondisi pertama adalah apa yang disebut dengan ARENA, yaitu suatu
kondisi dimana kita mengetahui dengan baik siapa kita, dan orang lainpun
mengetahuinya. Kondisi kedua adalah BLIND SPOT, yang menunjukkan suatu kondisi
dimana orang lain tahu siapa kita sebenarnya, sedangkan kita sendiri tidak
menyadari apa yang mereka ketahui tentang kita. Kondisi ketiga adalah HIDDEN,
yaitu suatu kondisi dimana kita mengetahui siapa diri kita sebenarnya dan orang
lain tidak mengetahuinya. HIDDEN ini secara sederhana merupakan sesuatu
RAHASIA. Kondisi keempat adalah UNKNOWN, yaitu sesuatu dimana kita sendiri dan
orang lain tidak mengetahui tentang diri masing-masing. Jadi, dengan perkataan
lain, Jendela Johari ini mengisraratkan bahwa setiap individu harus menyadari
apa yang difikirkan diri sendiri bisa jadi berbeda dengan yang difikirkan orang
lain. Perbedaan ini membuat reaksi orang lain kurang sesuai dengan yang
diharapkan, begitupun sebaliknya.
Inetraksi
dalam kegiatan pelayanan menuntut peran sesuai dengan tugas kerjanya yang
disepakati dan disadari bersama sehingga individu tidak bertanya tanya dan
menjadikan objek pergunjingan akan perbedaan pekerjaan yang diterima antara
dirinya dengan rekan kerjanya. Untuk mengembangkan pemahaman ini maka setiap
individu, anggota kelompok kerja hendaknya memiliki :
o Kesamaan
pengertian akan perbedaan peran dan tugas kerja
o Empati, yaitu
kita mencoba menepatkan din pada keadaan orang lain
o Penghargaan
terhadap pandangan orang lain
o
Perbedaan
kondisi fisik (kesehatan, kondisi secara umum)
o Pengertian
terhadap perbedaan kemampuan kerja
Pengertian terhadap
perbedaan pengalaman pengalaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar