Rabu, 15 Mei 2013

Interaksi Internal

Hubungan individu lain di tempat kerja merupakan interaksinya dalam ruang lingkup pekerjaan. Hubungan kerja merupakan interaksi antar individu yang memiliki peran dan tugas berbeda satu dengan yang lain. Hubungan yang terjalin merupakan hubungan atasan dan bawahan dan sesama rekan kerja. Namun seluruh individu yang tergabung dalam satu situasi kerja memiliki tujuan yang sama sesuai dengan tujuan manajemen institusi. Kunci keselarasan interaksi di tempat kerja adalah pemahaman-pemahaman penyesuaian diri setiap individu dengan situasi kondisi jenis pekerjaan.
Pekerjaan melayani membutuhkan bentuk hubungan yang kohesif karena pada prinsipnya pekerjaan pelayanan menuntut hasil yang senantiasa sama walaupun ditangani oleh orang yang berbeda. Untuk membentuk kelompok yang kohesif, maka hendaknya individu mengenal satu dengan lainnya. Saling mengenal meliputi kondisi fisik, kateristik, potensi-potensi sosial ekonomi dan masing masing individu. Proses saling mengenal dapat di ilustrasikan melalui jendela Jauhari yang mengilustrasikan terdapat 4 area dalam diri setiap individu yang masing-masing memiiliki wilayah jangkauan pengetahuan akan diri individu yang berbeda-beda.
Terdapat empat kondisi yang terjadi dalam berinteraksi. Kondisi pertama adalah apa yang disebut dengan ARENA, yaitu suatu kondisi dimana kita mengetahui dengan baik siapa kita, dan orang lainpun mengetahuinya. Kondisi kedua adalah BLIND SPOT, yang menunjukkan suatu kondisi dimana orang lain tahu siapa kita sebenarnya, sedangkan kita sendiri tidak menyadari apa yang mereka ketahui tentang kita. Kondisi ketiga adalah HIDDEN, yaitu suatu kondisi dimana kita mengetahui siapa diri kita sebenarnya dan orang lain tidak mengetahuinya. HIDDEN ini secara sederhana merupakan sesuatu RAHASIA. Kondisi keempat adalah UNKNOWN, yaitu sesuatu dimana kita sendiri dan orang lain tidak mengetahui tentang diri masing-masing. Jadi, dengan perkataan lain, Jendela Johari ini mengisraratkan bahwa setiap individu harus menyadari apa yang difikirkan diri sendiri bisa jadi berbeda dengan yang difikirkan orang lain. Perbedaan ini membuat reaksi orang lain kurang sesuai dengan yang diharapkan, begitupun sebaliknya.
Inetraksi dalam kegiatan pelayanan menuntut peran sesuai dengan tugas kerjanya yang disepakati dan disadari bersama sehingga individu tidak bertanya tanya dan menjadikan objek pergunjingan akan perbedaan pekerjaan yang diterima antara dirinya dengan rekan kerjanya. Untuk mengembangkan pemahaman ini maka setiap individu, anggota kelompok kerja hendaknya memiliki :
o  Kesamaan pengertian akan perbedaan peran dan tugas kerja
o  Empati, yaitu kita mencoba menepatkan din pada keadaan orang lain
o  Penghargaan terhadap pandangan orang lain
o  Perbedaan kondisi fisik (kesehatan, kondisi secara umum)
o  Pengertian terhadap perbedaan kemampuan kerja

Pengertian terhadap perbedaan pengalaman pengalaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar